Sampai bulan bercantum

September 15, 2016 § Leave a comment

Aku mengerti betapa siksa menantikan rembulan yang enggan muncul sampai dinihari. Aku pernah juga melihat bulan pecah di balik awan, lalu guruh pun mengaduh duka. Aku ngerti itu. Maka nanti sampai bulan bercantum kembali, usahlah dicari aku.

-AM.

Where Am I?

You are currently viewing the archives for September, 2016 at KAFE FILUSUF.